BikersMU Melaju Bersama Dakwah
Beranda | Profil | Info&Berita | Tips&Trik | Roda Dakwah | Galeri | Merchandise&Gear | E-BisnisMU | Kontak
27 September 2026
Nabiyullah Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sering mendo'akan keberkahan dalam harta dan umur, seperti do'a beliau kepada Anas bin Malik.
Do'a dimaksud juga mengajarkan kepada kita bahwa memohon panjang umur adalah sunnah, asalkan dimanfaatkan untuk kebaikan.
Diriwayatkan dari Imam Al Bukhari, dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘Anhu, Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pernah mendatangi Ummu Sulaim (ibunya Anas). Ketika itu Ummu Sulaim mengatakan bahwa Anas (anaknya) siap menjadi pelayan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Lantas beliau mendo'akan Anas dalam urusan akhirat dan dunianya.
Di antara do’a beliau pada Anas adalah :
اللَّهُمَّ ارْزُقْهُ مَالًا، وَوَلَدًا، وَبَارِكْ لَهُ
“Ya Allah, tambahkanlah rizki padanya berupa harta dan anak serta berkahilah dia dengan nikmat tersebut.”
(HR. Bukhari no. 1982 dan Muslim no. 660)
Dalam riwayat lainnya disebutkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mendoakan Anas dengan do’a :
اللَّهُمَّ أَكْثِرْ مَالَهُ وَوَلَدَهُ ، وَبَارِكْ لَهُ فِيمَا أَعْطَيْتَهُ
“Ya Allah, perbanyaklah harta dan anaknya, serta berkahilah apa yang engkau karuniakan padanya.”
(HR. Bukhari no. 6334 dan Muslim no. 2480)
Ajaran do’a di atas terdapat dalil bolehnya meminta pada Allah banyak harta dan banyak anak serta keberkahan dalam harta dan anak.
Di sini terdapat anjuran untuk mendo'akan hal dunia namun disertai dengan mendo'akan keberkahan di dalamnya.
Yang namanya berkah adalah bertambahnya kebaikan dan kebaikan tersebut tetap terus ada.
Harta dan anak bisa jadi berfaedah jika dimanfaatkan dalam kebaikan.
Sedangkan dalil bolehnya meminta panjang umur (asalkan dimanfaatkan dalam kebaikan) adalah hadits dari ‘Abdurrahman bin Abi Bakroh, dari ayahnya Abu Bakroh bahwa ada seseorang yang bertanya pada Rasulullah Saw :
يَا رَسُولَ اللَّهِ أَىُّ النَّاسِ خَيْرٌ قَالَ « مَنْ طَالَ عُمُرُهُ وَحَسُنَ عَمَلُهُ ». قَالَ فَأَىُّ النَّاسِ شَرٌّ قَالَ « مَنْ طَالَ عُمُرُهُ وَسَاءَ عَمَلُهُ »
“Wahai Rasulullah, manusia mana yang dikatakan baik?” Beliau menjawab, “Yang panjang umurnya namun baik amalnya.” “Lalu manusia mana yang dikatakan jelek?”, tanya laki-laki tadi. Beliau menjawab, “Yang panjang umurnya namun jelek amalnya.”
(HR. Tirmidzi no. 2330)
Memohon kepada Allah agar diberikan umur panjang yang penuh keberkahan adalah sunnah. Salah satu do'a yang bisa diamalkan adalah :
اللَّهُمَّ أكْثِرْ مَالِي، وَوَلَدِي، وَبَارِكْ لِي فِيمَا أعْطَيْتَنِي وَأطِلْ حَيَاتِي عَلَى طَاعَتِكَ، وَأحْسِنْ عَمَلِي وَاغْفِرْ لِي
Artinya :"Ya Allah perbanyaklah hartaku dan anakku serta berkahilah karunia yang Engkau berikan kepadaku. Panjangkanlah umurku dalam ketaatan kepada-Mu, perbaguslah amalku, dan ampunilah dosa-dosaku."
Catatan :
Namun, do'a saja tidak cukup. Ada amalan-amalan yang dapat kita lakukan untuk menjaga keberkahan umur dan menghindari kerugian di dunia maupun akhirat.
Wallahu A'lam Bish-shawwab.
Insyaa Allah materi tersebut bermanfaat dan memberi pemahaman kita di dalam beragama.
Sehingha yang kita lakukan bisa sesuai dengan tuntunan Rasulullah Saw.!
Ustadz Abah Dini
(Memperindah Iman dengan Keikhlasan Memberi)
02 Agustus 2026
(مَّن ذَا الَّذِي يُقْرِضُ اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا فَيُضَاعِفَهُ لَهُ أَضْعَافًا كَثِيرَةً)
“Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik, maka Allah akan melipatgandakan ganti kepadanya dengan lipat ganda yang banyak”
(QS. Al-Baqarah: 245).
Pembuka
Sedekah adalah bahasa cinta yang paling jujur.
Ia tidak menuntut balasan, tidak mencatat nama, dan tidak memilih siapa yang diberi.
Sedekah adalah konsep berbagi yang diajarkan langit, lalu dihidupkan oleh bumi.
Ia mengajar kita: bahwa kebahagiaan sejati bukan pada apa yang kita miliki, melainkan pada apa yang kita berikan.
A. ASAL-USUL KATA SEDEKAH
Kata "Sedekah" berasal dari bahasa Arab الصَّدَقَة - Ash-Shadaqah, yang berakar pada kata صَدَقَ - Shadaqa yang bermakna benar, jujur, dan tulus.
Para ulama menyebutkan bahwa ia dinamakan sedekah karena menjadi bukti kebenaran iman seseorang.
Orang yang bersedekah sesungguhnya sedang berkata kepada Allah: “Ya Allah, aku benar beriman kepada-Mu.”
Kata ini kemudian diserap ke dalam Bahasa Indonesia dan menjadi bagian dari kosakata keagamaan sekaligus budaya.
Sehingga setiap kali kita mengucapkan "sedekah", yang kita maksud bukan sekadar memberi, melainkan memberi dengan hati yang bersih.
B. KONSEP SYARIAT TENTANG SEDEKAH
Dalam syariat Islam, sedekah menempati kedudukan yang sangat agung. Ia bukan hanya soal harta, tetapi mencakup seluruh kebaikan.
1. Makna Sedekah yang Luas
Rasulullah ﷺ bersabda:
(كُلُّ مَعْرُوفٍ صَدَقَةٌ)
“Setiap kebaikan adalah sedekah”
(HR. Bukhari No. 6021, Muslim No. 1005).
Sedekah tidak terbatas pada uang. Ia meliputi:
1. Sedekah Harta - zakat, infak, wakaf.
2. Sedekah Tenaga - membantu, menjadi relawan.
3. Sedekah Ilmu - mengajar, menasihati.
4. Sedekah Sosial - senyum, menyingkirkan duri di jalan, tutur kata baik.
Dengan demikian, setiap muslim memiliki pintu untuk bersedekah sesuai kemampuannya.
2. Dampak Sedekah yang Luar Biasa
(وَمَا أَنفَقْتُم مِّن شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ)
“Dan apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya”
(QS. Saba’: 39).
Dampak sedekah dalam 3 dimensi:
1. Dampak Spiritual - Mensucikan harta dan jiwa. Menghapus dosa dan mendekatkan diri kepada Allah.
(خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِم بِهَا)
(QS. At-Taubah: 103).
2. Dampak Sosial - Menguatkan persaudaraan, mengurangi kesenjangan, dan menumbuhkan budaya saling peduli.
3. Dampak Ekonomi Harta tidak berkurang karena sedekah, justru diberkahi dan dilipatgandakan oleh Allah.
Tiga pilar sedekah dalam syariat:
1. Ikhlas, semata-mata karena Allah.
2. Thayyib, berasal dari sumber yang halal dan baik.
3. Tepat sasaran, diberikan kepada mereka yang berhak.
C. TRANSFORMASI SYARIAT KE DALAM BUDAYA
Syariat Islam tidak menghapus budaya. Ia hadir untuk menyempurnakan dan mengarahkan budaya menjadi ibadah.
1. Zakat menjadi tradisi Ramadhan
Zakat fitrah menjelang Idul Fitri telah menjadi simbol penyucian diri dan kepedulian kolektif umat.
2. Infak menjadi budaya Jumat
Kotak amal di masjid, kantor, dan sekolah adalah bentuk berbagi yang sederhana namun konsisten.
3. Sedekah makanan menjadi tradisi sosial
Takjil, nasi berkah, dan dapur umum adalah perwujudan perintah "memberi makan orang yang membutuhkan".
4. Wakaf menjadi warisan peradaban
Masjid, sekolah, rumah sakit, dan sumur wakaf adalah bukti bahwa umat ini berpikir jauh ke depan.
5. Gotong royong menjadi akhlak bangsa
Nilai "tepo seliro" dan "sambatan" adalah wajah sedekah tenaga yang telah membumi di Nusantara.
Dengan demikian, syariat dan budaya berjalan beriringan. Yang satu memberi hukum, yang lain memberi rasa.
D. PRAKTIK SEDEKAH YANG LUAR BIASA
Berikut adalah wujud nyata konsep berbagi yang telah mengakar di tengah umat:
1. Gerakan Nasi Bungkus dan Bank Makanan
Komunitas berbagi makanan kepada pekerja jalanan, pemulung, dan dhuafa secara rutin dan tanpa pamrih.
2. Wakaf Produktif dan Sumur Air Bersih
Mewujudkan kemandirian umat melalui wakaf yang hasilnya dapat dinikmati secara berkelanjutan.
3. Lembaga Pendidikan dan Beasiswa untuk Yatim Dhuafa
Mengubah sedekah menjadi jalan untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.
4. Relawan Kemanusiaan di Saat Bencana
Kehadiran cepat para relawan yang membawa logistik, tenaga, dan doa menjadi bukti iman yang hidup.
5. Sedekah Ilmu dan Keahlian
Guru mengajar tanpa bayaran, dokter membuka layanan gratis, profesional mendampingi tanpa pamrih.
Inilah sedekah yang nilainya tidak dapat diukur dengan angka
Praktik-praktik ini membuat dunia mengakui bahwa Indonesia memiliki budaya berbagi yang luar biasa.
E. PENUTUP DAN DOA
Kesimpulan:
Sedekah adalah konsep berbagi yang luar biasa.
Ia menumbuhkan cinta, menguatkan persaudaraan, memberkahi harta, dan meninggikan derajat di sisi Allah.
Mari kita mulai dari yang kecil, namun kita lakukan secara istiqamah.
Doa 1:
(اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ الْمُنْفِقِينَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ)
“Ya Allah, jadikanlah kami termasuk orang-orang yang berinfak di waktu lapang maupun sempit, yang menahan amarah, dan yang memaafkan kesalahan orang.”
(QS. Ali 'Imran: 134).
Doa 2:
(اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ صَدَقَاتِنَا وَزِدْنَا كَرَمًا وَبَرَكَةً)
“Ya Allah, terimalah sedekah kami, dan tambahkanlah kedermawanan serta keberkahan dalam hidup kami.”
Dasar Makna: _(QS. Saba’: 39)._
Doa 3: Penutup
(رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ)
“Ya Tuhan kami, terimalah amal dari kami, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
(QS. Al-Baqarah: 127).
Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin 🤲
Pengajian Ahad Pagi PDM Klaten rutin diadakan di Masjid Ar-Rohmah PDM Klaten (eks Kampus AAM) di Jl. Andalas No.1, Tegaltalang, Semangkak, Kec. Klaten Tengah. Acara ini biasanya berlangsung setiap Ahad pagi pukul 06.00 – 08.00 WIB dengan menghadirkan narasumber atau ustadz yang berbeda setiap pekannya.
Pengajian Tarjih Muhammadiyah Klaten adalah kajian akbar rutin yang diselenggarakan oleh Majelis Tarjih dan Tajdid PDM Klaten. Acara ini biasanya dihadiri oleh ribuan jamaah setiap dua pekan atau 2x tiap bulan secara bergiliran di berbagai kecamatan, dan terbuka untuk umum, pada hari Jumat pukul 14.00 WIB.